Minggu, 28 September 2014

Acuh/Tak Acuh? (Seri: Indo-mu Keliru)

Note{
Hei hei... Ini adalah seri Indo-mu keliru, seri yang bakal membahas (walau engga tuntas) tentang ke-salah kaprah-an dalam berbahasa Indonesia yang sudah biasa dilakukan. Semoga bermanfaat.
}
:D

Kita sering menjumpai penggunaan kata 'acuh' dalam berbagai hal seperti di: Koran.., TV.., majalah.., artikel (selain majalah dan koran).., cerita.., buku-buku.., cerpen-cerpen.., status-status di facebook.., ocehan-ocehan di twitter.., google+.., di puisi-puisi.., di pantun-pantun.., di lirik-lirik lagu.. (juga di lirik lagu demasih).., di slogan-slogan.., di belakang baju oblong.., di poster-poster.., di spanduk pinggir jalan.. (atau spanduk di atas jalan..), di perkataan temen-temen kita.., di ocehan saudara kita.., dan di banyak tempat lainnya...
Sayangnya, kebanyakan dari mereka tidak tepat dalam menggunakan kata 'acuh' tersebut, seperti:
"Kau acuhkan diriku lagi, itu sakiit banget" (?)
"Para orang pinter udah ngga peduli sama rakyat, mereka acuh sama rakyat" (?)
"Saat kau pergi dari sisiku, kau kupanggil-panggil, tapi tetap acuh begitu saja..."
"Jadi orang itu jangan acuh begitu saja.."
dan masih banyak lagi, yang intinya, kalimat itu ingin mengungkapkan bahwa 'acuh' berarti tidak peduli.
"Kau sudah acuh kepadaku..." (mungkin maksudnya: kau sudah tak peduli padaku...)
:D

Jika kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (saya buka aja kamus online nya), di situ dijelaskan kalau 'acuh' itu berarti 'peduli / mengindahkan'.
Di situ juga diberi contoh cara menggunakannya:
"Ia tidak -- akan larangan orang tuanya." yang maksudnya: "Ia tidak peduli akan larangan orang tuanya." atau "Ia tidak mengindahkan larangan orang tuanya."

Dulu saya juga sering hampir keliru memahami kata acuh ini karena --dan mungkin ini penyebab kebanyakan orang salah kaprah-- feel dari kata 'acuh' itu sendiri terkesan negatif, atau terdengar sebagai kata negatif. Seperti misalkan ketika kita mendengar kata.. apa ya... 'selingkuh'... atau 'pencuri'... atau 'mencibir'... atau apapun itu. Yang jelas seperti ketika kita mendengar sebuah kata yang seketika itu juga pikiran kita tertuju pada sesuatu yang negatif. Mungkin seperti itulah pandangan pikiran kita terhadap kata 'acuh'. Terkesan sebuah kata negatif, padahal sebaliknya, sebuah kata yang sangat positif.

Bayangkan saja, 'acuh' itu berarti peduli atau mengindahkan. Bukankah itu adalah sebuah kata yang sangat positif. Siapapun setuju ketika mendengar kata 'mengindahkan', dia akan langsung berpikir tentang sesuatu yang positif. hehe

Jadi mulai sekarang, kalau mau membuat puisi untuk sang pacar, atau mengkritisi politikus-politikus yang jahanam, atau membuat pantun pernikahan, atau membuat lagu-lagu sedih seperti punyanya demasih, jangan salah lagi yau...
Babai... :D

Minggu, 21 September 2014

Kucing, kucing, kucing! (Puisi)

Perhatian: memuat konten tentang kecintaan kepada kucing!
Tidak layak bagi sebagian orang yang alergi atau benci kucing.
Dedicated for my beloved cat: Momon

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
aku cinta kucing,
aku terobsesi (pada) kucing.

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu begitu lucu?
Kenapa kamu begitu menggemaskan?
Kenapa kamu berbulu-bulu?
Kenapa kamu mukanya lucu?
Kenapa mulutmu selalu unyu?
Kenapa bunyimu menggetarkan bulu kupingku?
Kenapa tidurmu penuh sesenggukan?
Kenapa kamu kamu bisa bikin hepi?
Kenapa jalanmu seperti itu?

Kucing, kucing, kucing!
Hewan mana yang mau menimbun kotorannya selain kamu?
Hewan mana yang lebih bersih selain kamu?
Hewan mana yang lebih lucu dibanding kamu?

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
I looove kucing,
Ich liebe Kucing!

Kucing, kucong, kucing!
Kenapa kamu suka bermain?
Kenapa kamu sangat menggemaskan?
Kenapa kamu enak dipeluk?
Kenapa bau mu enak?
Kenapa kamu suka dielus?
Kenapa aku suka ngelus kamu?
Kenapa kamu ngetren banget di youtube?
Kenapa semua orang suka liat kamu di video?
Kenapa kamu suka bertingkah aneh?
Ada cameleon jingkrak-jingkrak?
Ada kucing lain jingkrak-jingkrak?
Ada orang lewat jingkrak-jingkrak?
Ada ayam lewat dikejar-kejar?

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka masuk kemana-mana?
Ada bola kamu masuk?
Ada kardus kecil maksain masuk?
Ada kendi masuk juga?
Ada lemari kebuka masuk?
Ada laci kebuka masuk?
Ada tas kebuka masuk, tidur lagi!

Kucing, kucing, kucing!
Aku suka kucing,
I AM severely loving kucing.

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka
Jilat,
jilat,
jilat,
jilat,
jilat,
jilat bulu kamu?

Jilat,
jilat lagi,
jilat lagi,
jilat lagi,
jilat lagi bulu kamu?

Jilat jilat aku,
jilat jilat kamu,
jilat jilat kucing lain?

Jilat jilat lagi,
jilat jilat tiada habisnya?

Jilat,
jilat lagi,
jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat jilat lagi,
jilat jilat jilat jilat jilat jilat lagi?
lagi lagi jilat lagi lagi jilat lagi lagi jilat?

Kucing, kucing, kucing!
Kenapa kamu suka lompat-lompat?
Kenapa kamu suka tidur?
Kenapa kamu suka makan?
Kenapa kamu suka ngejar-ngejar barang-barang?

Oh, kucing, kucing, kucing...

***

List of funny cat videos:
link
link
link
link lagi
dan link lagi
link lagi

Jumat, 12 September 2014

Yang Kecil Yang Besar

Salah satu hobi saya yang tidak dapat dipungkiri adalah menonton film. Terutama film kartun dan animasi (tiga dimensi). Selain kedua genre favorit saya itu, saya juga menyukai film ber-genre komedi maupun action asal bukan dari Marvel. Entah kenapa saya sama sekali tidak suka film action dari marvel (seperti spiderman, superman, batman, dan man man yang lain). Meski gambarnya bagus, mengesankan, dibuat dengan teknologi mutakhir, tapi terkesan kekanak-kanakan yang keterlaluan. Berbeda dengan film kartun atau animasi, mereka bukan kekanak-kanakan, tetapi memang film anak. Beda ya, film kekanak-kanakan dengan film anak. Kalau film anak itu, ya, memang untuk anak. Lain dengan film kekanak-kanakan yang untuk orang dewasa tapi ceritanya atau alurnya atau idenya konyol yang sangat tidak masuk akal, dan dibalut dengan nuansa film untuk orang dewasa.

Contohnya Spiderman. Idenya, jelas, film buat anak. Ada manusia super yang tidak tembus peluru, bak baja. Kuat. Jelas Khayalan anak-anak. Tapi dibungkus dengan gaya untuk film dewasa. Ada adegan-adegan 18+ nya, dan sebagainya.
...
Baru baru ini saya menonton sebuah film. Genre sedikit komedi, tapi agak romantis juga. Filmnya bagus. Dari Cina.

Film itu menceritakan perjalanan seorang pemburu siluman yang nanti akhirnya menjadi gurunya Sun Go Kong. Tahu Sun Go Kong kan? Si manusia kera yang usil yang punya lidi bisa memanjang. Kalau masih ingat, dulu itu Sun Go Kong melakukan perjalanan jauh menuju barat (matahari terbenam) bersama manusia babi, manusia banteng, dan seorang biksu yang botak. Nah film ini menceritakan kisah sebelum si biksu menjadi botak.

Ada pelajaran menarik yang dapat diambil dari film ini yaitu terkadang kita tidak menyadari adanya sesuatu yang kecil sehingga kita selalu berangan-angan sesuatu yang lebih besar. Padahal, sesuatu yang kecil itulah yang bernilai besar. Manusia sering menginginkan kebesaran, keagungan, seperti halnya cinta yang agung dan mengabaikan cinta yang kecil. Eh kok jadi ngomongin cinta ya? Ya sudahlah.

Filmnya sangat menarik menurut saya. Saya tidak bisa menjelaskan sesuatu yang menarik itu dengan tulisan. Akan lebih menarik kalau Anda menontonnya sendiri. Judul film nya adalah Journey To The West.

Rabu, 10 September 2014

Doodle Iseng

Waktu luang dapat diisi dengan apa saja. Apapun. Tergantung pribadi masing-masing. Ada yang suka mengisi waktu luang dengan tidur. Ada yang mengisi waktu luang dengan membaca buku, majalah, ataupun komik. Ada yang mengisi waktu luang dengan... belajar. Oh yang ini imba banget lah. Ada juga yang mengisi waktu luang dengan membiarkan waktu luang itu lewat begitu saja.
Kalau saya lebih suka mengisi waktu luang dengan membuat doodle. Yah, gambar apapun. Asal punya pensil atau ballpoint, maka gerakan tangan seperti apapun akan menghasilkan doodle.
Jika ada yang belum tahu apa itu doodle, maka Anda perlu mengunjungi google.com, karena dia selalu bikin doodle. :D
Membuat doodle memang mengasyikkan. Ketika tidak fokus kuliah, agar terlihat mencatat, bikin doodle. Ketika tidak ada kerjaan, ambil kertas dan pensil, bikin doodle. Ketika menunggu sesuatu yang agak lama, atau yang lama sekalipun, bikin doodle selalu menyenangkan. Maka tak heran jika buku catatanku hampir dipenuhi dengan doodle.
Selain mengasah kreatifitas dan imajinasi, membuat doodle juga dapat mengisi waktu luang. #eh
Ini doodle yang saya buat beberapa waktu yang cukup lama, yaitu waktu saya masih TPB: Tahap Paling Bahagia. Memang TPB benar-benar Tahap Paling Bahagia. Ketika sekarang saya sudah menginjak tingkat empat, saya benar-benar merasakan apa yang kakak kelas saya dulu selalu katakan: Tahap Paling Bahagia.
...
Malah jadi ngelantur.
...
Jadi ceritanya dulu itu lagi kebanyakan waktu luang karena masih TPB kan, Tahap Paling Bahagia. Waktu luang sampai membeludak. Jadi dari pada mubazier, ya saya bikin coret-coretan aja.
Gambar saya ambil menggunakan kamera handphone, pada malam hari, dibawah lampu temaram. Jadi gambarnya enggak tajam dan blury. #memang aslinya blur juga sih.




Jadi kepikirannya gaya-gaya klasik dimana para wanita mengenakan dress yang serba gede. Terus pake sarung tangan. Kayak bangsawan gitu. Hehe.

Minggu, 07 September 2014

Lakukan Apapun yang Menjadi Renjana-mu Meskipun Hidupmu Semenjana

Judul di atas mungkin sedikit sulit diartikan atau bahkan membingungkan bagi kita. Mungkin ada juga yang mengira kalau aku menyisipkan kata-kata asing atau apa. Padahal sebenarnya, semua deretan kata dalam judul diatas murni bahasa kita tercinta, Bahasa Indonesia.
Ya, semuanya kata asli Indonesia. Hanya saja kita tidak terbiasa menggunakannya yang membuat kita merasa asing. Padahal jika aku ganti dengan kata asing, kalimat itu justru tidak asing.
Ini nih: "Lakukan Apapun yang Menjadi Passion-Mu Meskipun Hidupmu Biasa-biasa Saja". Sekarang jauh lebih mudah dimengerti kan? Terlepas apakah kalimat itu punya makna atau tidak, akan tetapi, kita lebih mudah mencerna setiap kata dalam kalimat itu.
Hal ini memang miris mengingat kita lebih kenal dan lebih dekat dengan bahasa asing dari pada bahasa asli sendiri yang membuat kita merasa asing dengan bahasa sendiri dan bahasa asing malah tidak terasa asing karena sering kita gunakan. #mbulet-mbulet kalimatnya

Sis: "Bro, pinjem pengokot dong?"
Bro: "Apaan tuh?"
 Hal ini memang wajar karena aku sendiri juga baru tahu barusan (aku posting ini setelah baca sumber ini, hehe). Kata-kata itu memang terdengar lucu, bahkan terdengar seperti bukan sebuah kata.
Berikut ini beberapa kata asli Indonesia yang bisa kita gunakan untuk mengganti kata asing atau kata serapan yang biasa kita gunakan sehari-hari guys:
1. Gawai == Gadget
2. Senandika == Mengobrol dengan diri sendiri
3. Renjana == Passion
4. Pengokot ==  Stapler (atau klip, haha)
5. Suryakanta == Kaca pembesar. Ini dari bahasa jawa, 'Suryo konto'. #cmiiww
6. Utas == Forum/Thread
7. Unduh == Download
8. Unggah == Upload
9. Semenjana == Biasa-biasa aja
10. Ketaksaan == Ambiguity
11. Swakarya == Do It Yourself (DIY)
12. Daring == Online
13. Terungku == penjara
14. Teyan == Fundraising/Danus, hihi
15. Gincu == Lipstick. (Ini juga bahasa jawa)
16. Pelantang Telinga == Headset. :D
17. Marka kejut == Polisi tidur. (Kalo basa jawanya 'Galeng'. Lebih enak diucapin kali ya... Galeng. :D )
18. Sawala == Debat
19. Udah abis.

Ternyata banyak juga kan. Dan ngga ada salahnya kalo kita mulai pake itu bahasa yang udah jelas bahasa kita. Itung-itung melestarikan bahasa kita biar ngga punah.
Lucu juga ya kalo dipake ngoblor. :D
Apa bahasa asli Indo pengganti bahasa asing yang kamu ketahui?

Sumber: ini.

Senin, 01 September 2014

I'm Tw Cen MT

Terkadang font style bagi sebagian orang tidak lah terlalu penting. Terlebih lagi karena kebiasaan dan tuntutan saat menulis dokumen resmi harus menggunakan font Times New Roman yang menurut saya sangat-sangat boring (Maaf saja bagi yang tidak berkenan). Maka tidak jarang orang akan menggunakan font default itu lagi dan lagi ketika menulis dokumen yang sebenarnya tidak terlalu resmi dan font style tidak dipermasalahkan.
Tapi berbeda denganku. Font style meskipun aku sering (karena tuntutan) menggunakan font TNR, ada satu font yang sangat aku sukai. Tw Cen MT.
Ya, font yang satu ini berhasil memikat ketertarikanku semenjak pertama aku menggunakannya. Tepatnya aku lupa untuk apa aku pertama kali menggunakan font itu. Waktu itu aku membuat sebuah dokumen. Iseng-iseng mencari-cari font yang bagus, aku mencoba satu per satu font yang tersedia di MS.Word. Ketika giliran mencoba Tw Cen MT, aku langsung suka. Gayanya yang khas, huruf 'a' nya yang sederhana dan gampang dimengerti bahwa itu adalah huruf 'a' oleh anak SD, garis-garisnya yang tegak dan lurus, namun masih dibalut dengan nuansa anggun, membuatnya semakin indah dipandang.
Mungin ada pengaruh juga oleh buku-buku cerita zaman SD dulu yang (aku kira) menggunakan font jenis ini sehingga mudah dibaca oleh anak-anak. Tapi terlepas dari itu, font ini menggambarkan kesederhanaan tapi tetap elegan dan cantik.
Kalau kamu font apa?

Selasa, 26 Agustus 2014

Mencoba Storage Facebook

Beberapa kali aku kesulitan ketika akan memposting sesuatu yang ada videonya. Bahkan ketika video sudah diupload ke Youtube, ketika ditampilin di blog, video itu ngga mau muncul meskipun kalau dibuka di youtube bisa jalan. Alhasil aku pun menaruhnya di drop*** dan aku bikin sendiri menggunakan tag 'video'.
Akan tetapi, kadang-kadang masalah muncul kalau menggunakan drop***. Seperti video engga muncul, atau gambar engga muncul karena terlalu banyak yang akses atau disebutnya 'error(509)' yaitu ketika public link terlalu banyak trafik yang ngakses, jadinya diblok sementara. /sweat
Untuk itu aku mencoba pake facebook aja. Setelah mencoba-coba, klik ini dan itu, akhirnya YEAY... berhasil.
Cukup upload di facebook, get link, masukin ke blogger. Simple. Engga harus upload berulang-ulang.

Senin, 25 Agustus 2014

Semester Baru, Semangat Baru

Bismillah…
Alhamdulillah, tidak terasa liburan udah selesai. Waktu luang tanpa beban kuliah (engga tanpa beban juga, soalnya harus menyelesaikan laporan Kerja Praktik… :D ) pun udah melambaikan tangan menyampaikan “Sampai jumpa” di belakang kita. Akhirnya, tiba waktu-waktu yang sibuk dengan perkuliahan. Meskipun masih ingin berlibur ria, kewajiban untuk menuntut ilmu tidak boleh ditinggalkan dong.
Hari ini, tepatnya Senin, 25 Agustus 2014, adalah hari pertama masuk kuliah setelah libur semester, libur lebaran, dan libur tahun ajaran baru, yang sangat panjang. Petualangan-petualangan menyenangkan mulai dari kehidupan Kerja Praktik yang melelahkan, asyiknya bikin kueh lebaran, sampai perjalanan Jalan Petualang mencari air terjun yang berpeluh-peluh, pun meninggalkan kisah tersendiri pada liburan kali ini yang semoga meninggalkan semangat baru untuk memulai tahun ajaran yang baru.
Mata kuliah pertama dimulai pada pukul 13.00WIB. Semoga hari pertama ini menyenangkan, Allah SWT memberikan kemudahan kepadaku dalam menerima ilmuNya, serta Allah SWT memudahkanku selama satu semester ini, dan semester berikutnya hingga aku lulus dari ITB. Amiin…
Akhirnya, bismillah… Aku siap menjalani perkuliahan berikutnya.
Bantu hamba Ya Allah…
/bye

Minggu, 24 Agustus 2014

Rendering Smoke and Flame in Cycles - Blender


Hello everyone... I'm Khan.
Recently I wanna show you something great and cool: Rendering Smoke and Flame in cycles. When in the Blender's previous version, it is hard to do this rendering. We got to do something, you know, difficult. But actually I don't know how it works on the previous version because I've never done rendering smoke before. And I can say that my result is not bad enough as it is my first time to render smoke.
Oke here is the tutorial. I'm sorry for my bad bad English. heheh.

Just in case if it doesn't appear, here is the link: smoke tutorial

Kamis, 21 Agustus 2014

Derita Laptop Ganti: Sahabat Lama Menjadi Asing Bagiku

Sekitar satu tahun yang lalu, aku dan kakakku Mba Lala, tukeran laptop karena ada sedikit masalah dengan OS laptop mba lala, jadi aku memutuskan untuk membawanya buat dibenerin di comlabs aja.
Satu tahun berlalu, hari demi hari aku lalui bersama laptop mba lala itu. Susah dan duka (susah dan duka ?) aku lalui bersama laptop toshiba hitam berkulit berudu. Ada kalanya seneng, ada kalanya juga engga. Ada kalanya dia responsif, tapi ada kalanya juga bebel ngambek engga nurut gerakan jari jemari yang bikin hati kesel.
Tapi lebih dari itu, tanpa terasa ikatan batin antara aku dan laptop yang engga bisa aktifin bluetooth itu terjalin begitu kuat. Aku seolah tahu dimana letak file movie hanya mengklik ini dan itu dengan mata terpejam bahkan sambil tidur dan mimpi lelap. Aku sudah terbiasa dengan tata letak, environment, dan workspace yang terbangun didalamnya. Dan yang paling penting, laptop tipe satelite itu telah membantuku dalam menyelesaikan berbagai badai tubes dan tucil, membantuku di saat-saat genting yang tidak terlupakan ketika semua dituntut serba cepat karena dikejar garis kematian. Dia rela tetap terjaga sampe mungkin satu minggu full. Dia rela tidak tidur semalaman menyanyikan lagu lullaby disampingku yang udah ngiler. Dia rela menceritakan cerita lucu, cerita horor, cerita sedih, dan cerita-demi cerita sampe tuntas meski tau aku udah engga dengerin lagi sibuk dengan mimpinya. Bahkan dialah satu-satunya sahabatku yang membantuku dalam mengerjakan tugas KP yang menguras banyak keringat, waktu, dan tenaga.
Ada awal pasti juga ada akhir. Akhirnya aku harus menyerahkan kembali laptop itu ke mba lala. Aku pikir aku akan bahagia, ataupun senang karena laptop lamaku kembali. Tapi justru sebaliknya. Aku seolah tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan laptopku yang sudah kembali ini. Aku seolah tidak rela untuk memulai ulang semuanya, yah, aku merasakan seolah-olah laptop ku ini asing bagiku. Aku tidak tahu dimana letak ini dan itu. Aku tidak tahu bagaimana ini dan itu. Aku harus berkenalan lagi dengannya meskipun technically ini adalah laptopku yang sesungguhnya. Aku harus mengajarinya dari awal (atau aku yang harus belajar darinya? /no) meskipun tidak ada apapun yang berubah dari laptop merah hati ku ini. Dia persis sama seperti ketika kami berpisah dulu. Tampilannya, tingkah lakunya, cara berfikirnya, dan yang lainnya. Tapi aku asing dengannya.
Aku harus menginstall ini dan itu lagi agar aku bisa merasakan pengalaman yang sama dengan si hitam kasar laptop mba lala.
Sedih rasanya harus berpisah (lagi) dengan sebuah laptop. Bukan karena dia lebih baik atau sebaliknya. Tapi lebih karena aku merasa harus memulai semua dari nol, seperti sebuah laptop yang baru dibeli, kau harus memberinya ini dan itu, kau harus mengajarinya ini dan itu lagi. Rasanya hampir sama seperti ketika aku lost everything saat engga sengaja gagal install OS tertentu yang jadinya harus install semuanya lagi, ilang datanya. Sedih kan? Iya sedih.
Selamat tinggal laptop toshiba mba lala, terima kasih telah menjadi salah satu bagian dari hidupku. /bye
Designed By Seo Blogger Templates - Published By Gooyaabi Templates