Jumat, 12 September 2014

Yang Kecil Yang Besar

Salah satu hobi saya yang tidak dapat dipungkiri adalah menonton film. Terutama film kartun dan animasi (tiga dimensi). Selain kedua genre favorit saya itu, saya juga menyukai film ber-genre komedi maupun action asal bukan dari Marvel. Entah kenapa saya sama sekali tidak suka film action dari marvel (seperti spiderman, superman, batman, dan man man yang lain). Meski gambarnya bagus, mengesankan, dibuat dengan teknologi mutakhir, tapi terkesan kekanak-kanakan yang keterlaluan. Berbeda dengan film kartun atau animasi, mereka bukan kekanak-kanakan, tetapi memang film anak. Beda ya, film kekanak-kanakan dengan film anak. Kalau film anak itu, ya, memang untuk anak. Lain dengan film kekanak-kanakan yang untuk orang dewasa tapi ceritanya atau alurnya atau idenya konyol yang sangat tidak masuk akal, dan dibalut dengan nuansa film untuk orang dewasa.

Contohnya Spiderman. Idenya, jelas, film buat anak. Ada manusia super yang tidak tembus peluru, bak baja. Kuat. Jelas Khayalan anak-anak. Tapi dibungkus dengan gaya untuk film dewasa. Ada adegan-adegan 18+ nya, dan sebagainya.
...
Baru baru ini saya menonton sebuah film. Genre sedikit komedi, tapi agak romantis juga. Filmnya bagus. Dari Cina.

Film itu menceritakan perjalanan seorang pemburu siluman yang nanti akhirnya menjadi gurunya Sun Go Kong. Tahu Sun Go Kong kan? Si manusia kera yang usil yang punya lidi bisa memanjang. Kalau masih ingat, dulu itu Sun Go Kong melakukan perjalanan jauh menuju barat (matahari terbenam) bersama manusia babi, manusia banteng, dan seorang biksu yang botak. Nah film ini menceritakan kisah sebelum si biksu menjadi botak.

Ada pelajaran menarik yang dapat diambil dari film ini yaitu terkadang kita tidak menyadari adanya sesuatu yang kecil sehingga kita selalu berangan-angan sesuatu yang lebih besar. Padahal, sesuatu yang kecil itulah yang bernilai besar. Manusia sering menginginkan kebesaran, keagungan, seperti halnya cinta yang agung dan mengabaikan cinta yang kecil. Eh kok jadi ngomongin cinta ya? Ya sudahlah.

Filmnya sangat menarik menurut saya. Saya tidak bisa menjelaskan sesuatu yang menarik itu dengan tulisan. Akan lebih menarik kalau Anda menontonnya sendiri. Judul film nya adalah Journey To The West.

Rabu, 10 September 2014

Doodle Iseng

Waktu luang dapat diisi dengan apa saja. Apapun. Tergantung pribadi masing-masing. Ada yang suka mengisi waktu luang dengan tidur. Ada yang mengisi waktu luang dengan membaca buku, majalah, ataupun komik. Ada yang mengisi waktu luang dengan... belajar. Oh yang ini imba banget lah. Ada juga yang mengisi waktu luang dengan membiarkan waktu luang itu lewat begitu saja.
Kalau saya lebih suka mengisi waktu luang dengan membuat doodle. Yah, gambar apapun. Asal punya pensil atau ballpoint, maka gerakan tangan seperti apapun akan menghasilkan doodle.
Jika ada yang belum tahu apa itu doodle, maka Anda perlu mengunjungi google.com, karena dia selalu bikin doodle. :D
Membuat doodle memang mengasyikkan. Ketika tidak fokus kuliah, agar terlihat mencatat, bikin doodle. Ketika tidak ada kerjaan, ambil kertas dan pensil, bikin doodle. Ketika menunggu sesuatu yang agak lama, atau yang lama sekalipun, bikin doodle selalu menyenangkan. Maka tak heran jika buku catatanku hampir dipenuhi dengan doodle.
Selain mengasah kreatifitas dan imajinasi, membuat doodle juga dapat mengisi waktu luang. #eh
Ini doodle yang saya buat beberapa waktu yang cukup lama, yaitu waktu saya masih TPB: Tahap Paling Bahagia. Memang TPB benar-benar Tahap Paling Bahagia. Ketika sekarang saya sudah menginjak tingkat empat, saya benar-benar merasakan apa yang kakak kelas saya dulu selalu katakan: Tahap Paling Bahagia.
...
Malah jadi ngelantur.
...
Jadi ceritanya dulu itu lagi kebanyakan waktu luang karena masih TPB kan, Tahap Paling Bahagia. Waktu luang sampai membeludak. Jadi dari pada mubazier, ya saya bikin coret-coretan aja.
Gambar saya ambil menggunakan kamera handphone, pada malam hari, dibawah lampu temaram. Jadi gambarnya enggak tajam dan blury. #memang aslinya blur juga sih.




Jadi kepikirannya gaya-gaya klasik dimana para wanita mengenakan dress yang serba gede. Terus pake sarung tangan. Kayak bangsawan gitu. Hehe.

Minggu, 07 September 2014

Lakukan Apapun yang Menjadi Renjana-mu Meskipun Hidupmu Semenjana

Judul di atas mungkin sedikit sulit diartikan atau bahkan membingungkan bagi kita. Mungkin ada juga yang mengira kalau aku menyisipkan kata-kata asing atau apa. Padahal sebenarnya, semua deretan kata dalam judul diatas murni bahasa kita tercinta, Bahasa Indonesia.
Ya, semuanya kata asli Indonesia. Hanya saja kita tidak terbiasa menggunakannya yang membuat kita merasa asing. Padahal jika aku ganti dengan kata asing, kalimat itu justru tidak asing.
Ini nih: "Lakukan Apapun yang Menjadi Passion-Mu Meskipun Hidupmu Biasa-biasa Saja". Sekarang jauh lebih mudah dimengerti kan? Terlepas apakah kalimat itu punya makna atau tidak, akan tetapi, kita lebih mudah mencerna setiap kata dalam kalimat itu.
Hal ini memang miris mengingat kita lebih kenal dan lebih dekat dengan bahasa asing dari pada bahasa asli sendiri yang membuat kita merasa asing dengan bahasa sendiri dan bahasa asing malah tidak terasa asing karena sering kita gunakan. #mbulet-mbulet kalimatnya

Sis: "Bro, pinjem pengokot dong?"
Bro: "Apaan tuh?"
 Hal ini memang wajar karena aku sendiri juga baru tahu barusan (aku posting ini setelah baca sumber ini, hehe). Kata-kata itu memang terdengar lucu, bahkan terdengar seperti bukan sebuah kata.
Berikut ini beberapa kata asli Indonesia yang bisa kita gunakan untuk mengganti kata asing atau kata serapan yang biasa kita gunakan sehari-hari guys:
1. Gawai == Gadget
2. Senandika == Mengobrol dengan diri sendiri
3. Renjana == Passion
4. Pengokot ==  Stapler (atau klip, haha)
5. Suryakanta == Kaca pembesar. Ini dari bahasa jawa, 'Suryo konto'. #cmiiww
6. Utas == Forum/Thread
7. Unduh == Download
8. Unggah == Upload
9. Semenjana == Biasa-biasa aja
10. Ketaksaan == Ambiguity
11. Swakarya == Do It Yourself (DIY)
12. Daring == Online
13. Terungku == penjara
14. Teyan == Fundraising/Danus, hihi
15. Gincu == Lipstick. (Ini juga bahasa jawa)
16. Pelantang Telinga == Headset. :D
17. Marka kejut == Polisi tidur. (Kalo basa jawanya 'Galeng'. Lebih enak diucapin kali ya... Galeng. :D )
18. Sawala == Debat
19. Udah abis.

Ternyata banyak juga kan. Dan ngga ada salahnya kalo kita mulai pake itu bahasa yang udah jelas bahasa kita. Itung-itung melestarikan bahasa kita biar ngga punah.
Lucu juga ya kalo dipake ngoblor. :D
Apa bahasa asli Indo pengganti bahasa asing yang kamu ketahui?

Sumber: ini.

Senin, 01 September 2014

I'm Tw Cen MT

Terkadang font style bagi sebagian orang tidak lah terlalu penting. Terlebih lagi karena kebiasaan dan tuntutan saat menulis dokumen resmi harus menggunakan font Times New Roman yang menurut saya sangat-sangat boring (Maaf saja bagi yang tidak berkenan). Maka tidak jarang orang akan menggunakan font default itu lagi dan lagi ketika menulis dokumen yang sebenarnya tidak terlalu resmi dan font style tidak dipermasalahkan.
Tapi berbeda denganku. Font style meskipun aku sering (karena tuntutan) menggunakan font TNR, ada satu font yang sangat aku sukai. Tw Cen MT.
Ya, font yang satu ini berhasil memikat ketertarikanku semenjak pertama aku menggunakannya. Tepatnya aku lupa untuk apa aku pertama kali menggunakan font itu. Waktu itu aku membuat sebuah dokumen. Iseng-iseng mencari-cari font yang bagus, aku mencoba satu per satu font yang tersedia di MS.Word. Ketika giliran mencoba Tw Cen MT, aku langsung suka. Gayanya yang khas, huruf 'a' nya yang sederhana dan gampang dimengerti bahwa itu adalah huruf 'a' oleh anak SD, garis-garisnya yang tegak dan lurus, namun masih dibalut dengan nuansa anggun, membuatnya semakin indah dipandang.
Mungin ada pengaruh juga oleh buku-buku cerita zaman SD dulu yang (aku kira) menggunakan font jenis ini sehingga mudah dibaca oleh anak-anak. Tapi terlepas dari itu, font ini menggambarkan kesederhanaan tapi tetap elegan dan cantik.
Kalau kamu font apa?

Selasa, 26 Agustus 2014

Mencoba Storage Facebook

Beberapa kali aku kesulitan ketika akan memposting sesuatu yang ada videonya. Bahkan ketika video sudah diupload ke Youtube, ketika ditampilin di blog, video itu ngga mau muncul meskipun kalau dibuka di youtube bisa jalan. Alhasil aku pun menaruhnya di drop*** dan aku bikin sendiri menggunakan tag 'video'.
Akan tetapi, kadang-kadang masalah muncul kalau menggunakan drop***. Seperti video engga muncul, atau gambar engga muncul karena terlalu banyak yang akses atau disebutnya 'error(509)' yaitu ketika public link terlalu banyak trafik yang ngakses, jadinya diblok sementara. /sweat
Untuk itu aku mencoba pake facebook aja. Setelah mencoba-coba, klik ini dan itu, akhirnya YEAY... berhasil.
Cukup upload di facebook, get link, masukin ke blogger. Simple. Engga harus upload berulang-ulang.

Senin, 25 Agustus 2014

Semester Baru, Semangat Baru

Bismillah…
Alhamdulillah, tidak terasa liburan udah selesai. Waktu luang tanpa beban kuliah (engga tanpa beban juga, soalnya harus menyelesaikan laporan Kerja Praktik… :D ) pun udah melambaikan tangan menyampaikan “Sampai jumpa” di belakang kita. Akhirnya, tiba waktu-waktu yang sibuk dengan perkuliahan. Meskipun masih ingin berlibur ria, kewajiban untuk menuntut ilmu tidak boleh ditinggalkan dong.
Hari ini, tepatnya Senin, 25 Agustus 2014, adalah hari pertama masuk kuliah setelah libur semester, libur lebaran, dan libur tahun ajaran baru, yang sangat panjang. Petualangan-petualangan menyenangkan mulai dari kehidupan Kerja Praktik yang melelahkan, asyiknya bikin kueh lebaran, sampai perjalanan Jalan Petualang mencari air terjun yang berpeluh-peluh, pun meninggalkan kisah tersendiri pada liburan kali ini yang semoga meninggalkan semangat baru untuk memulai tahun ajaran yang baru.
Mata kuliah pertama dimulai pada pukul 13.00WIB. Semoga hari pertama ini menyenangkan, Allah SWT memberikan kemudahan kepadaku dalam menerima ilmuNya, serta Allah SWT memudahkanku selama satu semester ini, dan semester berikutnya hingga aku lulus dari ITB. Amiin…
Akhirnya, bismillah… Aku siap menjalani perkuliahan berikutnya.
Bantu hamba Ya Allah…
/bye

Minggu, 24 Agustus 2014

Rendering Smoke and Flame in Cycles - Blender


Hello everyone... I'm Khan.
Recently I wanna show you something great and cool: Rendering Smoke and Flame in cycles. When in the Blender's previous version, it is hard to do this rendering. We got to do something, you know, difficult. But actually I don't know how it works on the previous version because I've never done rendering smoke before. And I can say that my result is not bad enough as it is my first time to render smoke.
Oke here is the tutorial. I'm sorry for my bad bad English. heheh.

Just in case if it doesn't appear, here is the link: smoke tutorial

Kamis, 21 Agustus 2014

Derita Laptop Ganti: Sahabat Lama Menjadi Asing Bagiku

Sekitar satu tahun yang lalu, aku dan kakakku Mba Lala, tukeran laptop karena ada sedikit masalah dengan OS laptop mba lala, jadi aku memutuskan untuk membawanya buat dibenerin di comlabs aja.
Satu tahun berlalu, hari demi hari aku lalui bersama laptop mba lala itu. Susah dan duka (susah dan duka ?) aku lalui bersama laptop toshiba hitam berkulit berudu. Ada kalanya seneng, ada kalanya juga engga. Ada kalanya dia responsif, tapi ada kalanya juga bebel ngambek engga nurut gerakan jari jemari yang bikin hati kesel.
Tapi lebih dari itu, tanpa terasa ikatan batin antara aku dan laptop yang engga bisa aktifin bluetooth itu terjalin begitu kuat. Aku seolah tahu dimana letak file movie hanya mengklik ini dan itu dengan mata terpejam bahkan sambil tidur dan mimpi lelap. Aku sudah terbiasa dengan tata letak, environment, dan workspace yang terbangun didalamnya. Dan yang paling penting, laptop tipe satelite itu telah membantuku dalam menyelesaikan berbagai badai tubes dan tucil, membantuku di saat-saat genting yang tidak terlupakan ketika semua dituntut serba cepat karena dikejar garis kematian. Dia rela tetap terjaga sampe mungkin satu minggu full. Dia rela tidak tidur semalaman menyanyikan lagu lullaby disampingku yang udah ngiler. Dia rela menceritakan cerita lucu, cerita horor, cerita sedih, dan cerita-demi cerita sampe tuntas meski tau aku udah engga dengerin lagi sibuk dengan mimpinya. Bahkan dialah satu-satunya sahabatku yang membantuku dalam mengerjakan tugas KP yang menguras banyak keringat, waktu, dan tenaga.
Ada awal pasti juga ada akhir. Akhirnya aku harus menyerahkan kembali laptop itu ke mba lala. Aku pikir aku akan bahagia, ataupun senang karena laptop lamaku kembali. Tapi justru sebaliknya. Aku seolah tidak tahu apa yang akan aku lakukan dengan laptopku yang sudah kembali ini. Aku seolah tidak rela untuk memulai ulang semuanya, yah, aku merasakan seolah-olah laptop ku ini asing bagiku. Aku tidak tahu dimana letak ini dan itu. Aku tidak tahu bagaimana ini dan itu. Aku harus berkenalan lagi dengannya meskipun technically ini adalah laptopku yang sesungguhnya. Aku harus mengajarinya dari awal (atau aku yang harus belajar darinya? /no) meskipun tidak ada apapun yang berubah dari laptop merah hati ku ini. Dia persis sama seperti ketika kami berpisah dulu. Tampilannya, tingkah lakunya, cara berfikirnya, dan yang lainnya. Tapi aku asing dengannya.
Aku harus menginstall ini dan itu lagi agar aku bisa merasakan pengalaman yang sama dengan si hitam kasar laptop mba lala.
Sedih rasanya harus berpisah (lagi) dengan sebuah laptop. Bukan karena dia lebih baik atau sebaliknya. Tapi lebih karena aku merasa harus memulai semua dari nol, seperti sebuah laptop yang baru dibeli, kau harus memberinya ini dan itu, kau harus mengajarinya ini dan itu lagi. Rasanya hampir sama seperti ketika aku lost everything saat engga sengaja gagal install OS tertentu yang jadinya harus install semuanya lagi, ilang datanya. Sedih kan? Iya sedih.
Selamat tinggal laptop toshiba mba lala, terima kasih telah menjadi salah satu bagian dari hidupku. /bye

Rabu, 20 Agustus 2014

Ramadhan 1435H & Silaturahmi keluarga

Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya,
Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.
Sepatu baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya,
Tak punya pun tak apa-apa, masih ada sepatu yang lama.
Kue baru alhamdulillah, tuk dimakan di hari raya,
Tak punya pun tak apa-apa, masih ada kue yang lama. /wahaha

Alhamdulillah, tidak terasa ramadhan telah berlalu. Rasa syukur ku kepada Allah SWT. karena telah diberi kesempatan untuk bisa bertemu ramadhan tahun ini sampai selesai.
Meskipun Ramadhan udah selesai, semoga hati dan jiwa tetap fitri dan selalu terjaga.
Ramadhan kali ini sangat menyenangkan meskipun setengahnya aku jalanin tanpa keluarga, tanpa sanak saudara yang menemani jerih payah puasa. /sweat Tapi ngga papa, yang penting inti dari ibadah bulan ramadhan tetep didapat. #intinya apa ya?
Seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya, setiap satu minggu sebelum lebaran ibu (dan aku) pasti bikin kue-kue penghias meja. Kali ini pun sama. Aksi bikin kue pun terjadi di tengah-tengah keluarga cemara. Berikut beberapa momen membuat kue telor yang sempat diabadikan. /blush
Yuk kita intip proses pembuatan BOLU BULET yang istimewa ini:
Siapkan kulit telur

Bikin dulu adonan kue nyah...

Masukkin adonan kueh ke kulit telur yang udah dicuci bersih,,,

Panggang di oven, selama sampai kayak gini.

Kayak gini juga...

Lalu buang deh kulit telurnya...



Ada banyak kebahagiaan di tiap lebaran meski masing2 memiliki aroma dan tipe bahagia yang berbeda-beda, tapi semuanya memberikan senyuman. Tak jarang pula senyuman itu dihiasi dengan air mata bahagia, maupun air mata penyesalan.
Acara dilanjutkan dengan kumpul keluarga besar Abah. Semua kumpul jadi satu, mulai dari anak keturunan nenek tertua, sampai keterununan nenek termuda. Anak cucu nenek kake buyut semua jadi satu. Jadi rame banget. Yah meskipun ada beberapa yang aku tidak kenal karena jarang ketemu, maka disinilah tempatnya untuk saling mengenal agar tali silaturahmi tidak terputus.
Yuk simak gambarnya...





Mama(kiri) dan Bu De Bandi(kanan) #Bandi jadi bude. /XD

Dari kiri ke kanan: Keluargaku semua







Udah puas kumpul2 sama keluarga, tinggal main2 sama kembang api deh. Meski ngga se ramai tahun lalu, tapi hasil jepretannya ngga kalah dahsyat...
Cap cuss:



















































Keren-keren dan kece-kece kan hasil jepretannya. Apalagi yang main kembang api, lebih keren lagi deh pokoknya.
Eits...
Happy stuffs pun belum berakhir. Siang harinya kami ber bolang ria. Mencoba menjelajah hutan agak belantara mencari air terjun. Meski kami hanya menemukan dua buah air jatuh, bukan terjun: yang satu seperti air hujan, yang kedua cuma air meluncur...
Yuk simak perjalanannya:











































Sekian deh cerita-cerita nya. Terima kasih udah mampir.
Daah
/hihi
Designed By Seo Blogger Templates - Published By Gooyaabi Templates